ANALISIS SWOT PADA BNI SYARIAH

BNI Syariah logoANALISIS SWOT PADA BNI SYARIAH KANTOR CABANG DHARMAWANGSA SURABAYA

Sejarah Singkat BNI Syariah

http://www.bnisyariah.tripod.com/faq.html

Selain adanya demand dari masyarakat terhadap perbankan syariah, untuk mewujudkan visinya (yg lama) menjadi “universal banking” , BNI membuka layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah dengan konsep dual system banking, yakni menyediakan layanan perbankan umum dan syariah sekaligus. Hal ini sesuai dengan UU No. 10 Tahun 1998 yang memungkinkan bank-bank umum untuk membuka layanan syariah,

Di awali dengan pembentukan Tim Bank Syariah di Tahun 1999, Bank Indonesia kemudian mengeluarkan ijin prinsip dan usaha untuk beroperasinya unit usaha syariah BNI. Setelah itu BNI Syariah menerapkan strategi pengembangan jaringan cabang, syariah sebagai berikut :

Tepatnya pada tanggal 29 April 2000 BNI Syariah membuka 5 kantor cabang syariah sekaligus di kota-kota potensial, yakni : Yogyakarta , Malang , Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin .
Tahun 2001 BNI Syariah kembali membuka 5 kantor cabang syariah, yang difokuskan di kota-kota besar di Indonesia , yakni : Jakarta (dua cabang), Bandung , Makassar dan Padang
Seiring dengan perkembangan bisnis dan banyaknya permintaan masyarakat untuk layanan perbankan syariah, Tahun 2002 lalu BNI Syariah membuka dua kantor cabang syariah baru di Medan dan Palembang .
Di awal tahun 2003, dengan pertimbangan load bisnis yang semakin meningkat sehingga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, BNI Syariah melakukan relokasi kantor cabang syariah di Jepara ke Semarang . Sedangkan untuk melayani masyarakat Kota Jepara, BNI Syariah membuka Kantor Cabang Pembantu Syariah Jepara.
Pada bulan Agustus dan September 2004, BNI Syariah membuka layanan BNI Syariah Prima di Jakarta dan Surabaya . Layanan ini diperuntukan untuk individu yang membutuhkan layanan perbankan yang lebih personal dalam suasana yang nyaman.

Dari awal beroperasi hingga kini, BNI Syariah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Asset meningkat dari Rp. 160 Milyar di Tahun 2001 menjadi 460 Milyar di Tahun 2002. Seiring dengan itu kinerja usaha juga mengalami peningkatan dengan pencapaian laba sebesar Rp. 7,2 Milyar dibanding tahun 2001 yang masih rugi sebesar 3,1 Milyar. Dana pihak ketiga meningkat sebesar 88% dari tahun 2001 menjadi Rp. 205 Milyar. Pembiayaan juga meningkat 163% menjadi 292,9 Milyar. Data di atas menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki prospek yang baik dan akan terus berkembang di masa yang akan datang. Pada akhir tahun 2003 dana pihak ketiga meningkat 97.56% menjadi Rp405 milyar, pembiayaan meningkat sebesar 67.57% menjadi Rp490milyar sedangkan laba mencapai peningkatan sebesar 281.39% menjadi Rp.27.46 milyar. Pada tahun 2004 BNI Syariah mendapatkan penghargaan The Most Profitable Islamic Bank untuk yang kedua kalinya, penghargaan ini berdasarkan penilaian oleh Karim Business Consulting bekerja sama dengan Majalah Manajemen dan PPM.

Tujuan utama manajemen PT BNI dalam pengembangan Bank Syariah adalah :
Dalam rangka menjadi Universal Banking perlu mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin menyalurkan keuangannya melalui perbankan syariah serta sebagai alternatif dalam menghadapi krisis yang mungkin timbul dikemudian hari, mengingat kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah tidak terkena negatif spread seperti yang dialami oleh Bank-Bank konvensional.

Adapun visi dan misi BNI Syariah adalah :
Visi:
Menjadi bank syariah pilihan masyarakat yang unggul dalam layanan dan kinerja

Misi :

  • Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada kelestarian lingkungan
  • Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan syariah
  • Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor.
  • Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah.
  •  Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah.

 card hasana

Analisis SWOT

  • Kekuatan ( Strengths )
  1. Promosi yang menggunakan semua sarana
  2. Memiliki budaya organisasi yang kuat
  3. Memiliki good will ( nama baik )
  4. Logo “46” dan “BNI” mencerminkan tampilan yang modern dan dinamis
  5. Kualitas produk tabungan syariah plus baik
  6. BNI Syariah memiliki jaringan ATm yang tersebar di seluruh Indonesia
  7. DPK dan Laba BNIS cenderung bertumbuh
  8. Sistem bagi hasil yang cukup bersaing
  9. Kantor kantor BNIS terletak di lokasi yang cukup strategis
  10. Keamanan di BNIS yang terjaga
  11. Layout ruangan terkesan cukup luas dan lega
  12. Kegiatan pelatihan dan pengembangan ini tidak hanya dikhususkan pada bagian CS akan tetapi seluruh pegawai BNIS
  13. BNIS Memiliki sistem informasi teknologi yang terintegrasi baik,terutama dalam hal penyediaan ( Customer Information System ).
  14. BNIS memperluas jaringannya dengan membuka Syariah Channeling Office ( SCO )
  15. Sistem pembukuan pada SCO tetap terpisah dari BNI Konvesional dengan sistem ICONS ( Integrated Centerlized Online System ).
  16. BNIS memiliki banyak nasabah muslim maupun non muslim.
  • Kelemahan
  1. Lokasi  parkir  di kantor cabang kadang kadang ada yang sempit
  2. BNIS memiliki Layout gedung yang berbentuk ruko dan gedung bagian luar yang sudah pudar sehingga tidak terlalu memberikan kesan bonafid
  3. Kurangnya pengembangan produk syariah
  4. Biaya administrasi Taplus yang kurang bersaing.
  • Peluang ( Opporunity )
  1. Fatwa MUI tentang bunga haram
  2. Sebagian besar penduduk Indonesia mayoritas muslim
  3. Kantor cabang BNIS di kota kota besar yang memiliki fungsi regional yang luas dan dapat menyelenggarakan kegiatan ekonomi dalam volume besar.
  4. Pertumbuhan ekonomi menunjukan angka positif
  5. Peraturan BI No.8/3/PBI tanggal 30 Januari 2006. UU ini berisikan bahwa diizinkan untuk membuka layanan syariah di segenap kantor cabang konvesional yang di kenal dengan BNI Syariah Channeling Outlet
  6. UU no. 10 tahun 1998 dimana undang undan inilah yang melandasi adanya dual banking system di indonesiah, yaitu tentang keleluasaan bank untuk membuka pelayanan konvensional dan syariah dalam satu bank.
  7. Bank Indonesia telah membuat cetak biru yang meletakkan landasan bagi langkah dan tahapan yang harus di lalui dalam pengembangan perbankan syariah, BI mengharapkan  pangsa pasar industry bank syariah bisa tumbuh.
  8. Perkembangan teknologi di bidang perbankan meningkat pesat.
  9. Kalangan muslim maupun non muslim semakin meminati produk  syariah
  10. Dukungan  pemerintah untuk melakukan kajian penelitian dan penerapan penguasaan di bidang teknologi.
  11. BI melakukan riset, pengembangan dan inovasi yang akan menjadi acuan bagi praktisi bank syariah.
  12. Sosialisasi Gubsu, BI dan pemkot tentang bank syariah melalui syariah fair dan bazaar UMK.

 

  • Ancaman ( Threat )
  1. Semakin banyak bank bank konvesional yang membuka maupun mengembangkan unit usaha syariahnya.
  2. BNI masih menempati urutan ke 3 di banding pesaing dalam hal kualitas pelayanan
  3. Masih adanya anggapan bahwa bank syariah merupakan bank ekslusif.
  4. Tarif pesaing yang lebih rendah kepada nasabah yang membuka tabungan.
  5. BI rate cukup tinggi yaitu 9 %
  6. Tingkat loyalitas nasabah tabungan bank syariah pesaing yang lebih tinggi
  7. Masih banyak masyarakat Indonesia khususnya muslim yang belum memmpunyai kesadaran penuh untuk menggunakan produk bank syariah.
  8. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti  produk perbankan syariah.
  9. Target BI untuk pangsa pasar perbankan syariah sebesar 5 %  akan sulit tercapai.

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

Faktor
strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

1. Promosi yang menggunakan semua sarana

4

0,08

4

0,32

2. Memiliki budaya organisasi yang kuat

2

0,04

3

0,12

3. Memiliki good will ( nama baik )

4

0,08

4

0,32

4. Logo “46” dan “BNI” mencerminkan
tampilan   yang modern dan dinamis

3

0,06

3

0,18

5. Kualitas produk tabungan syariah plus baik

4

0,08

3

0,24

6. BNI Syariah memiliki jaringan ATm
yang tersebar diseluruh Indonesia

3

0,06

4

0,24

7. DPK dan Laba BNIS cenderung bertumbuh

2

0,04

3

0,12

8. Sistem bagi hasil yang cukup bersaing

3

0,06

3

0,18

9. Kantor kantor BNIS terletak di lokasi yang
cukup strategis

3

0,06

3

0,18

10. Keamanan di BNIS yang terjaga

3

0,06

3

0,18

11. Layout ruangan terkesan cukup luas dan lega

2

0,04

3

0,12

12. Kegiatan pelatihan dan pengembangan ini tidak
hanya dikhususkan pada bagian CS akan tetapi seluruh pegawai BNIS

4

0,08

3

0,24

13. BNIS Memiliki sistem informasi teknologi yang terintegrasi
baik,terutama dalam hal penyediaan ( Customer Information System ).

3

0,06

4

0,24

14. BNIS memperluas jaringannya dengan membuka
Syariah Channeling Office ( SCO )

3

0,06

4

0,24

15. Sistem pembukuan pada SCO tetap terpisah dari
BNI Konvesional dengan sistem ICONS ( Integrated Centerlized Online System ).

2

0,04

3

0,12

16. BNIS memiliki banyak nasabah muslim maupun non
muslim.

4

0,08

3

0,24

Total

49

0,94

52

3,28


Ukuran pembobotan :                                            Ukuran Rating Kekuatan :

1 = sedikit penting                                                  1 = Sedikit kuat

2 = Agak penting                                                    2 = Agak Kuat

3 = Penting                                                             3 = Kuat

4 = Sangat penting                                                  4 = Sangat kuat

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weaknes)

 

Faktor
strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

1. Lokasi  parkir  di kantor cabang
kadang kadang ada yang sempit

4

0,30

-2

-0,6

2. BNIS memiliki Layout gedung yang berbentuk ruko
dan gedung bagian luar yang sudah pudar sehingga tidak terlalu memberikan
kesan bonafid

2

0,15

-2

-0,3

3. Kurangnya pengembangan produk syariah

3

0,23

-2

-0,46

4. Biaya administrasi Taplus yang kurang bersaing.

4

0,30

-1

-0,3

 Total

13

0,98

-7

-1,66

 

Ukuran Pembobotan :                                            Ukuran Rating Kelemahan :

1 = Sedikit penting                                                -1 = Sedikit  lemah

2 = Agak penting                                                  -2 = Agak lemah

3 = Penting                                                           -3 = Lemah

4 = Sangat penting                                                -4= Sangat lemah

 

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang ( Opportunity )

 

Faktor
strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

1. Fatwa MUI tentang bunga haram

3

0,09

3

0,27

2. Sebagian besar penduduk Indonesia mayoritas muslim

3

0,09

3

0,27

3. Kantor cabang BNIS di kota kota besar yang
memiliki fungsi regional yang luas dan dapat menyelenggarakan kegiatan
ekonomi dalam volume besar.

3

0,09

4

0,36

4. Pertumbuhan ekonomi menunjukan angka positif

2

0,06

3

0,18

5. Peraturan BI No.8/3/PBI tanggal 30 Januari
2006. UU ini berisikan bahwa diizinkan untuk membuka layanan syariah di
segenap kantor cabang konvesional yang di kenal dengan BNI Syariah Channeling
Outlet

3

0,09

4

0,36

6. UU no. 10 tahun 1998 dimana undang undang
inilah yang melandasi adanya dual banking system di indonesiah, yaitu tentang
keleluasaan bank untuk membuka pelayanan konvensional dan syariah dalam satu
bank.

3

0,09

4

0,36

7. Bank Indonesia telah membuat cetak biru yang
meletakkan landasan bagi langkah dan tahapan yang harus di lalui dalam
pengembangan perbankan syariah, BI mengharapkan  pangsa pasar industry bank
syariah bisa tumbuh.

3

0,09

4

0,36

8. Perkembangan teknologi di bidang perbankan
meningkat pesat.

3

0,09

4

0,36

9.  Kalangan muslim maupun non muslim semakin
meminati produk  syariah

2

0,06

3

0,18

10. Dukungan  pemerintah untuk melakukan kajian
penelitian dan penerapan penguasaan di bidang teknologi.

2

0,06

3

0,18

11. BI melakukan riset, pengembangan dan inovasi
yang akan menjadi acuan bagi praktisi bank syariah.

2

0,06

3

0,18

12. Sosialisasi Gubsu, BI dan pemkot tentang bank
syariah melalui syariah fair dan bazaar UMK.

2

0,06

4

0,24

Total

31

0,93

42

3,3

 Ukuran Pembobotan :                                       Ukuran Rating Peluang :

1 = Sedikit penting                                             1 = Sedikit  Berpeluang

2 = Agak penting                                               2 = Agak Berpeluang

3 = Penting                                                        3 = Berpeluang

4 = Sangat penting                                             4 = Sangat Berpeluang

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman ( Threat )

 

Faktor
strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

1. Semakin banyak bank bank konvesional yang
membuka maupun mengembangkan unit usaha syariahnya.

4

0,16

-4

-0,64

2. BNI masih menempati urutan ke 3 di banding
pesaing dalam hal kualitas pelayanan

3

0,12

-2

-0,24

3. Masih adanya anggapan bahwa bank syariah
merupakan bank ekslusif.

2

0,08

-2

-0,16

4. Tarif pesaing yang lebih rendah kepada nasabah
yang membuka tabungan.

3

0,12

-4

-0,48

5. BI rate cukup tinggi yaitu 9 %

2

0,08

-3

-0,24

6. Tingkat loyalitas nasabah tabungan bank syariah
pesaing yang lebih tinggi

3

0,12

-3

-0,36

7. Masih banyak masyarakat Indonesia khususnya
muslim yang belum memmpunyai kesadaran penuh untuk menggunakan produk bank
syariah.

2

0,08

-2

-0,16

8. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti
produk perbankan syariah.

2

0,08

-2

-0,16

9. Target BI untuk pangsa pasar perbankan syariah
sebesar 5 %  akan sulit tercapai.

3

0,12

-3

-0,36

Total

24

0,96

-25

-2,8

Ukuran Pembobotan :                                              Ukuran Rating Ancaman :

1 = Sedikit penting                                                  -1 = Sedikit  Mengancam

2 = Agak penting                                                   – 2 = Agak Mengancam

3 = Penting                                                            – 3 = Mengancam

4 = Sangat penting                                                 – 4 = Sangat Mengancam

 tabungan bnis

 

Analisis Matrik SWOT

Berdasarkan hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada Tabel seperti dituliskan di atas,  hasilnya dapat  dirangkum  sebagai berikut:

1. Skor Total Kekuatan    =  3,28

2. Skor Total Kelemahan = – 1,66

3. Skor Total Peluang      =  3,3

4. Skor Total Ancaman    = -2,8

Dari hasil perhitungan di atas, di dalam perhitungan strateginya  memerlukan penegasan dari adanya posisi dalam salib sumbu yaitu antara kekuatan dan kelemahan, maupun peluang dan ancaman yang kesemuanya digambarkan dalam garis-garis positif dan negatif. Hal ini mengakibatkan, skor total kekuatan tetap 3,29, skor total kelemahan menjadi –1,66 sedangkan skor total peluang 3,3  dan skor total  ancaman menjadi –2,8

Dari analisis tersebut di atas bahwasanya faktor kekuatan lebih besar dari faktor kelemahan dan pengaruh dari faktor peluang sedikit lebih besar dari faktor ancaman. Oleh karena itu posisi  BANK BNI SYARIAH berada pada kwadran 1 yang berarti pada  posisi PERTUMBUHAN, dimana hal ini menunjukkan kondisi intern Bank BNI Syariah yang KUAT, dengan lingkungan  yang  sedikit MENGANCAM.

Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

•Koordinat  Analisis  Internal

(Skor  total Kekuatan – Skor Total Kelemahan) : 2 = ( 3,28 – 1,66 ) : 2 =  0,81

•Koordinat  Analisis Eksternal

(Skor total Peluang – Skor Total Ancaman) : 2 = (3,3 – 2,8) : 2 = 0,25

•Jadi  titik koordinatnya terletak  pada (0,81 ; 0,25)

berikutnya, hasil koordinat tersebut disajikan pada diagram matrik swot untuk mengetahui posisi perusahaan

                             DIAGRAM MATRIKS SWOT

 Grafik SWOT DENI REVISI

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut(X), maka posisi unit usaha diketahui pada kuadran  I .

Hasil perhitungan
dari masing-masing 
kuadran dapat digambarkan pada tabel berikut ini :

Kuadran

Posisi titik

Luas matrik

Ranking

Prioritas Strategi

I

( 3,28 ; 3.3 )

10,82

1

Growth

II

( 1,66 ; 3,3)

5,47

3

Kombinasi

III

( 1,66 ; 2,8 )

4,64

4

Penciutan

IV

( 3,28 ; 2,8 )

9,18

2

Stabilitas

Keterangan :

  • Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada.
  • Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.
  • Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.
  • Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang

Strategi Bisnis Unit

Tahapan berikutnya adalah menentukan alternatif strategi bisnis unit berdasarkan letak posisi kuadran. berdasarkan pada diagram matrik swot diatas, Bank BNI Syariah terletak pada posisi Kuadran I. Masing-masing jenis strategi perkembangan bisnis unit dapat digambarkan pada Diagram Matrik Strategi Umum berikut ini:

Matrik-Strategi-Umum

Posisi BNI Syariah terletak pada kuadran I dan menggunakan strategi umum Pengembangan Pasar, yaitu Nasabah Bank BNI Syariah tidak hanya kaum muslim saja melainkan non muslim yang bisa menikmati produk produk Bank BNI Syariah dan kalangan dan juga tidak hanya nasabah kalangan atas saja tetapi kalangan menengah kebawah juga bisa menjadi nasabah BNI SyariahPenjelasan alternatif strategi yang dipilih adalah sebagai berikut :

Prioritas

Mengembangkan pangsa pasar dengan membuka layanan unit mikro yaitu BNIS Mikro  dimana pangsa pasar ini membidik nasabah menengah kebawah dengan produk yang sama tapi di tujukan untuk nasabah menengah kebawah khususnya pembiayaan mikro.

Faktor Penentu Keberhasilan

  • Kualitas produk
  • Kualitas Pelayanan yang baik yang dibarengi dengan pertumbuhan jumlah pelanggan
  • Pangsa pasar
  • Daya saing harga
  • Teknologi yang dikuasai
  • Loyalitas pelanggan

Output

BNIS Mikro yang mampu bersaing dengan BPR atau Unit mikro dari Bank  lain

 

 

Outcame

  • Meningkatnya Jumlah volume Penjualan yang berdampak pada penambah jumlah nasabah
  • Tingkat Loyalitas Nasabah semakin baik

Impact

Citra Perusahaan yang semakin baik di mata pelanggan sehingga tujuan untuk menjadi bank yang Universal bisa tercapai

 


–>

Tabel Analisa Persaingan BNI Syariah dengan Bank Syariah Mandiri

( Pesaing Utama )

4P

BNIS

BSM

KETERANGAN

ACTION

PLAN

PRODUK

UNGGUL

 

Fitur Layanan &
teknologi

Inovasi Produk yang diminati
oleh masyarakat produk baru

PRICE

 

UNGGUL

Low Cost, menyesuaikan
kebutuhan masyarakat

Indonesia dan rate murah untuk kredit

Low
Cost, High Impact, maintance nasabah

PLACE

UNGGUL

 

Jangkuan merata & luas
di seluruh

Indonesia karena bisa di akses di BNI Konven/SCo

Service & Maintenance
dan membuka cabang & capem

PROMOTION

UNGGUL

 

Iklan & Loyalitas
Pelanggan,  iklan BNI konven Link dengan BNIS dan punya Brandname yang kuat

Mengadakan Undian
Berhadiah dan bonus bagi

pelanggan serta iklan di berbagai media

 

 

 


–>

Tabel Analisa Persaingan
BNIS Dengan Produk Pengganti (subtitusi)

4P

BPR

Asuransi

Keterangan

Action

PRODUCT

Unggul dari jenis simpanan yang lebih
terjangkau oleh masyarakat

Unggul dari sistem keamanan, nilai
investasi

Mengancam

jika gaya hidup masyarakat mulai berubah ke arah Investasi lebih tinggi

Tingkatkan

varian produk dan teknologi dengan akses internet cepat dan meningkatkan
fitur produk dan produk baru yang menawaran nilai investasi yang  tidak kalah
tinggi atau menggandeng perusahaan asuransi untuk kerjasama.

PRICE

Lebih

relatif terjangkau

Relatif

lebih mahal dan Continue

Mengancam jika suku bunga bank turun
maka nasabah akan beralih ke investasi

Promosi, event, bonus,  atau undian
berhadiah dsb untuk meningkatkan loyalitas pelanggan

PLACE

Menyebar di tempat tempat keramaian
seperti pasar, pusat ruko dsb

 Mempunyai Agenagen yang menyebar
dimana mana

Hampir

seluruh masyarakat Indonesia tahu tentang BPR dengan persyaratan yang mudah

Memprioritaskan

pelayanan yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan

PROMOTION

Marketing langsung turun di pasar
dengan nyebar brosur atau di pinggir jalan

Mempunyai agen agen yang menyebar
dimana mana karena tidak terikat jam kerja

Iklan

lebih bervariatif diberbagai media masa & jejaring social

Mengefektifkan

iklan Produk yang ada

 

 


–> 

 

 

 

Key
Performance Indikator

 

Strategi
unit Bisnis

Key
Performace Indicator

Ukuran

Base
Line

Sasaran

Realita

Pencapaian %

Skor
Kinerja

Hasil

Waktu

Hasil

Waktu

Mengembangkan
pangsa pasar dengan membuka layanan unit mikro yaitu BNIS Mikro  dimana
pangsa pasar ini membidik nasabah menengah kebawah dengan produk yang sama
tapi di tujukan untuk nasabah menengah kebawah khususnya pembiayaan mikro.

Kualitas produk

Jumlah

dan Jenis produk

4

8

1 th

8

1 th

100%

580/6 = 96,66%

Kualitas Pelayanan yang
baik yang dibarengi dengan pertumbuhan jumlah pelanggan

Kinerja

SDM dengan kepuasan pelanggan

8

10

3 bln

10

3 bln

100%

Pangsa pasar

Jumlah Nasabah

6

20

3bln

20

3 bln

100 %

Daya saing harga

Tingkat bagi
hasil

4

8

1 th

6

1 th

80%

Teknologi yang dikuasai

Jenis

Teknologi dan fitur yang tersedia

6

Teknologi
e banking

1 bln

Teknologi e
banking

1 bln

100%

Loyalitas pelanggan

Jumlah Nasabaha

2

10

2 th

10

2 th

100%

Skor Kinerja Total

96,66%

Skor Kinerja Rata-Rata

96,66%

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>